# Bertumbuh Seperti Bambu

Naufal Rasyid
Naufal Rasyid
Jan 4, 2021 · 4 min read

tetap tumbuh dan berproses ya!

Setelah seharian melakukan aktifitas yang begitu melelahkan. Aku sandarkan tubuhku ini kesebuah kursi. Kursi yang dari dulu menjadi saksi perjuangan hidupku. Fikiranku terbang melayang me-reka adagen seluruh kejadian dan percakapan yang menurut otak-ku menarik. Hingga akhirnya terhenti disebuah kalimat "tetap tumbuh dan berproses ya!"

Tumbuh seperti apa? Proses seperti apa? Bagaimana cara untuk tumbuh ? Apakah yang aku lakukan ini sudah tepat untuk tumbuh dan berproses? Entah kenapa banyak sekali pertanyaan yang sedari tadi ditanyakan olehku didalam hati, fikiranku semakin liar dan aku tidak ingin diriku tenggelam dalam fikiranku sendiri hingga pada akhirnya aku bangun dari kursi tersebut seraya menguatkan tekad untuk mencari bagaimana cara terbaik untuk tumbuh dan berproses.

Dalam hidup kita harus memiliki tujuan, jika tidak bak perahu yang berlayar tanpa arah kesana kemari. Apakah kamu setuju dengan pernyataan tersebut?

Jika tidak maka akan terlintas dalam fikiranmu beberapa pertanyaan diantaranya : "lantas mengapa banyak orang yang tidak memiliki peta tapi sampai tujuan?" Sampai tujuan menurut siapa? Mungkin menurutnya itu tujuan terbaiknya padahal seharusnya ia bisa berlabuh ditempat yang lebih baik dari pada itu, menurutku hal ini sebuah ilusi yang akan membuat kita terjebak disebuah zona nyaman.

"Namun bukankah berlayar tanpa peta itu menakjubkan?" Menakjubkan karena kita bisa mengekplorasi banyak tepat, namun apa jadinya kalau kita terombang-ambing ditengah lautan dengan persediaan yang terbatas mungkin kita akan mati ditelan lautan.

Lantas kamu tim mana? hidup memiliki peta yang jelas atau tanpa peta? Apapun itu pastikan kita memiliki tujuan yang jelas ya agar kita bisa menikmati hidup, esok mungkin kita sampai.

Ada banyak hal yang ku pelajari untuk tumbuh dan berproses, salah satunya adalah bertumbuh seperti bambu. Seumur hidupku mungkin ini adalah kali pertama aku mengetahui sebuah fakta menarik yaitu bambu memiliki tingkat pertumbuhan yang sangat cepat bahkan dalam satu hari sebuah varietas bambu lain yaitu bambu jenis mojuk memiliki tingkat pertumbuhan setiap harinya 3 kaki atau berpuluh-puluh centimeter hingga tumbuh maksimal 30 meter lebih tinggi dari pohon lainnya. Namun, butuh waktu 4-5 tahun untuk menumbuhkan akar. Jadi selama rentan waktu tersebut itu kita tidak bisa melihat apa-apa.

Bayangkan ketika kamu memiliki tumbuhan tersebut, bagi yang tidak tahu mungkin akan menganggap tanaman tersebut mati karena sudah 3 tahun lebih tidak tumbuh dan menjulang tinggi keatas. Namun, bagi yang tahu bagaimana cara merawatnya ia akan sabar menanti hingga 4-5 tahun lamanya karena ia yakin yang ia lakukan pasti akan berbuah.

Dari kisah bambu tersebut bisa kita ambil pelajaran, yaitu :

Yang terlihat instan pun ternyata butuh sebuah proses, bahkan mie instan pun perlu diproses terlebih dahulu kan? butuh waktu 4-5 tahun proses untuk menguatkan akar, untuk dapat tumbuh menjulang tinggi diantara tumbuhan lainnya. Sama seperti hidup, kita perlu menguatkan akar sebagai pondasi agar kelak kuat diterpa angin ketika kita berada dipuncak.

Tidak hanya itu, dari kisah tersebut kita jadi mengetahui bahwa dalam hidup kita mengira hasil yang kita dapatkan akan bertumbuh secara linear dengan waktu, akan tetapi pada kenyatannya hasil dari usaha kita itu seperti bambu. Lama tidak kelihatan hasilnya, namun tiba-tiba melejit dalam waktu yang singkat. Lalu ketika tiba-tiba kita berhasil dalam waktu singkat, orang orang menganggap bahwa keberhasilan kita di hasilkan hanya dalam semalam, alias overnight success. Padahal mereka tidak tahu, alasan kita dapat berhasil dalam semalam adalah kita sudah menabur benih 10 Tahun yang lalu.

Maka, bersabarlah dalam usaha untuk mengedepankan konsistensi, bukan mengedepankan hasil.

# Sumber